Program ini membantu perusahaan membangun percakapan keselamatan yang berangkat dari pengamatan kondisi kerja, bukan sekadar pengingat aturan. Peserta belajar membedakan perilaku aman dan situasi yang perlu diperbaiki, menyampaikan umpan balik yang konstruktif, serta menghubungkan hasil observasi dengan tindak lanjut yang dapat dipantau.
Peserta mampu mengenali fokus observasi keselamatan, mengomunikasikan temuan secara konstruktif, mencatat risiko yang perlu ditindaklanjuti, serta menyusun langkah perbaikan sederhana sesuai perannya.
Supervisor lini, personel HSE, koordinator lapangan, dan pekerja yang terlibat dalam observasi serta komunikasi keselamatan perusahaan.
Materi dikembangkan berdasarkan tanggung jawab peserta dan kebutuhan operasional perusahaan. Setiap topik dapat disesuaikan dengan kondisi kerja yang dibahas pada tahap konsultasi.
Mengenali contoh perilaku serta kondisi kerja yang perlu diamati dan membedakan fakta hasil pengamatan dari asumsi pribadi.
Berlatih membuka percakapan keselamatan, mendengarkan penjelasan pekerja, serta menyampaikan temuan secara jelas dan menghargai pihak terkait.
Membahas informasi penting yang perlu dicatat, alur pelaporan sesuai prosedur perusahaan, dan kebutuhan eskalasi untuk kondisi yang tidak aman.
Menggunakan pertanyaan dan umpan balik untuk membantu rekan kerja memahami risiko serta menentukan tindakan pencegahan yang sesuai.
Menyusun catatan tindak lanjut, pihak yang bertanggung jawab, dan cara memeriksa apakah tindakan perbaikan telah dilaksanakan.
Peserta membahas contoh situasi kerja, menjalani role-play komunikasi keselamatan, dan berlatih menyusun catatan observasi serta tindak lanjut. Evaluasi menggunakan pembahasan kasus dan hasil latihan; observasi di area operasional hanya dilakukan jika telah disepakati serta memenuhi persyaratan lokasi.
Sertifikat pelatihan dapat disertakan apabila ditetapkan dalam paket dan penawaran.
Fokus pembelajaran adalah observasi perilaku dan komunikasi keselamatan yang konstruktif, termasuk pelaporan bahaya dan tindak lanjut perbaikan.
Format awal menggunakan diskusi, role-play, dan observasi contoh. Kegiatan di area operasional hanya dibahas jika kebutuhan dan persyaratannya disepakati.
Supervisor, personel HSE, dan pekerja yang berperan dalam komunikasi atau observasi keselamatan.