Layanan ini membantu perusahaan melihat keterkaitan antara perencanaan kebutuhan, sourcing, evaluasi, pengelolaan vendor, kontrak, persediaan, dan distribusi. Scope disesuaikan dengan proses yang ingin ditinjau, data yang tersedia, serta isu yang paling memengaruhi mutu layanan, biaya, dan kontrol internal.
Menetapkan tujuan advisory, unit yang terlibat, proses end-to-end yang akan ditinjau, serta indikator dan dokumen yang tersedia.
Memetakan alur kerja, keputusan, handoff, kontrol, serta titik hambatan untuk memahami akar masalah dan area yang perlu diperkuat.
Menyusun opsi perbaikan berdasarkan dampak, kemudahan implementasi, kebutuhan kebijakan, data, teknologi, dan kapasitas tim.
Menyelaraskan rekomendasi dengan pemilik proses, membahas penanggung jawab, serta menyiapkan langkah tindak lanjut dan review berkala.
SOP/prosedur pengadaan dan supply chain, struktur tim, flow proses, template dokumen, data kinerja atau isu yang boleh ditelaah, daftar vendor/jenis layanan bila relevan, serta target bisnis dan batas mandat advisory.
Tidak. Advisory dapat difokuskan pada proses tertentu seperti sourcing, vendor management, inventory, distribusi, atau hubungan antarproses yang paling bermasalah.
Tidak otomatis. PMI menelaah dan memberikan rekomendasi; perubahan kebijakan dan SOP tetap memerlukan keputusan serta persetujuan internal perusahaan.
Bisa. Scope dapat dibuat bertahap, dimulai dari isu prioritas lalu diperluas setelah data dan hasil awal dievaluasi.